Pribadi berdzikir...
Dzikir menjadi kerpibadiannya
Allah tujuannya
Rasullah saw teladan dalam hidupnya
Dunia inipun menjadi syurga sebelum syurga sebenarnya
Bumi menhjadi masjid bgnya
Rumah, kantor, bahkan hotel sekalipun menjadi musolah baginya
Tempat ia berpijak, meja kerja, kamar tidur hamparan sajadah baginya
Kalau dia bicara, bicaranya dakwah
Kalau dia berdiam, diamnya dzikir
Nafasnya.. tasbih
Matanya ...penuh rahmat Allah..Penuh ..kasih sayang
Telinganya.. terjaga
Pikirannya ...baik sangka
Tidak sinis, tidak pesismis dan tidak suka memvonis
Hatinya..subhanallah
Diam-diam berdoa
Tangannya bersekdah
Kakinya berjihad
Ia tdk mau melangkah sia saia
Kekuatannya ..silaturahim
Kerinduannya..Tegaknya syariat Allah
Kalau memang hak tujuannya
Maka sabar dan kasih sayang strateginya
Asma ama nina cita-citanya tertinggi teragung
Syahid dijalan Allah
Dan
Sungguh nmenarik..
Kesibukannya..
Dia hanya asyik memperbaiki dirinya
Tidak tertarik mencari kekurangan, apalagi aib orang lain
Hadirilah majelis2 dzikir, raihlah kepribadian berdzikir
Dengan selalu..
Hadir menikmati hidangan hidayah Allah terlezat
DZIKRULLAAH
Thursday, 29 December 2011
MENJELANG ZUHUR..
Siang menjelang zuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu hari Jumaat, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah ada di dalam Masjid. Ia nampak begitu khusyuk.
Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, melalui jendela, pintu, ventilasi atau masuk melalui lubang pembuangan air. Pada setiap orang, Iblis juga masuk melalui telinga, ke dalam saraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jemaah yang hadir. Iblis juga melekat di setiap sejadah.
“Hai, Blis!“, Kiyai berseru, ketika baru masuk ke Masjid itu.
Iblis merasa terusik : “Kau kerjakan saja tugasmu, Kiyai. Tidak perlu kau melarang saya. Ini hak saya untuk mengganggu setiap orang dalam Masjid ini!“, jawab Iblis marah.
“Ini rumah Tuhan, Iblis! Tempat yang suci, kalau kau mahu mengganggu, kau lakukan diluar nanti!“, Kiyai coba mengusir.
“Kiyai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru“.
Kiyai termangu.
“Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu”
“Dengan apa?” tanya Kiyai.
“Dengan sejadah!” jawab Iblis
“Apa yang dapat kau lakukan dengan sejadah, Blis?”
“Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sejadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah yang sedikit, demi keuntungan besar!”
“Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru, Blis?”
“Bukan itu saja Kiyai…” tukas Iblis.
“Lalu?” Jawab Kiyai.
Iblis menjawab, “Saya juga akan masuk pada setiap designer sejadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para designer itu membuat sejadah yang lebar-lebar”
“Untuk apa?” tukas Kiai.
“Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang Kau pimpin, Kiyai ! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sejadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya dapat ikut membentangkan sejadah“. jawab Iblis dengan yakin.
Dialog Iblis dan Kiyai terputus seketika.
Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sejadah. Keduanya berdampingan. Salah seorang memiliki sejadah yang lebar. Sementara yang seorang lagi, sejadahnya lebih kecil.
Orang yang punya sejadah lebar tanpa melihat kiri kanan terus sahaja membentangkan sejadahnya. Sementara, orang yang mempunyai sejadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jemaah lain yang sudah terlebih dahulu datang.
Tanpa berfikir panjang, pemilik sejadah kecil membentangkan saja sejadahnya, sehingga sebagian sejadah yang lebar tertutup sepertiganya. Kemudian keduanya melakukan sholat sunnah.
“Nah, lihat itu Kiyai!“, Iblis memulai dialog lagi.
“Yang mana?” Kiyai menjawab.
“Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka mempunyai sejadah yang berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka“. Seru Iblis yang kemudian lenyap.
Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf. Kiyai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunnah. Kiyai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya.
Pemilik sejadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sambil bangun dari sujud, dia membuka sejadahya yang tertindih, lalu meletakkan sejadahnya di atas sejadah yang kecil.
Hingga sejadah yang kecil kembali berada di bawahnya.
Dia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sejadah yang lebih kecil, melakukan perkara yang serupa.
Dia juga membuka sejadahnya, karena sejadahnya ditindih oleh sejadah yang lebar.
Keadaan ini berjalan sampai akhir sholat. Bahkan, pada ketika sholat wajib juga, kejadian-kejadian seperti ini beberapa kali terihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, daripada menerima di bawah. Di atas sejadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya.
Siapa yang memiliki sejadah lebar, maka, ia akan meletakkan sejadahnya diatas sajadah yang kecil.
Sejadah sudah dijadikan Iblis sebagai perbedaan kelas. Pemilik sejadah lebar, diindentitikan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain.
Dan pemilik sejadah kecil, adalah kelas bawahan yang setiap saat akan selalu menjadi subordinate dari orang yang berkuasa. Di atas sejadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain.
“Astaghfirullahal adziiiim“, ujar sang Kiyai perlahan.
Wallahu’alam Bisshawab
Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, melalui jendela, pintu, ventilasi atau masuk melalui lubang pembuangan air. Pada setiap orang, Iblis juga masuk melalui telinga, ke dalam saraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jemaah yang hadir. Iblis juga melekat di setiap sejadah.
“Hai, Blis!“, Kiyai berseru, ketika baru masuk ke Masjid itu.
Iblis merasa terusik : “Kau kerjakan saja tugasmu, Kiyai. Tidak perlu kau melarang saya. Ini hak saya untuk mengganggu setiap orang dalam Masjid ini!“, jawab Iblis marah.
“Ini rumah Tuhan, Iblis! Tempat yang suci, kalau kau mahu mengganggu, kau lakukan diluar nanti!“, Kiyai coba mengusir.
“Kiyai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru“.
Kiyai termangu.
“Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu”
“Dengan apa?” tanya Kiyai.
“Dengan sejadah!” jawab Iblis
“Apa yang dapat kau lakukan dengan sejadah, Blis?”
“Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sejadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah yang sedikit, demi keuntungan besar!”
“Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru, Blis?”
“Bukan itu saja Kiyai…” tukas Iblis.
“Lalu?” Jawab Kiyai.
Iblis menjawab, “Saya juga akan masuk pada setiap designer sejadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para designer itu membuat sejadah yang lebar-lebar”
“Untuk apa?” tukas Kiai.
“Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang Kau pimpin, Kiyai ! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sejadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya dapat ikut membentangkan sejadah“. jawab Iblis dengan yakin.
Dialog Iblis dan Kiyai terputus seketika.
Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sejadah. Keduanya berdampingan. Salah seorang memiliki sejadah yang lebar. Sementara yang seorang lagi, sejadahnya lebih kecil.
Orang yang punya sejadah lebar tanpa melihat kiri kanan terus sahaja membentangkan sejadahnya. Sementara, orang yang mempunyai sejadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jemaah lain yang sudah terlebih dahulu datang.
Tanpa berfikir panjang, pemilik sejadah kecil membentangkan saja sejadahnya, sehingga sebagian sejadah yang lebar tertutup sepertiganya. Kemudian keduanya melakukan sholat sunnah.
“Nah, lihat itu Kiyai!“, Iblis memulai dialog lagi.
“Yang mana?” Kiyai menjawab.
“Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka mempunyai sejadah yang berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka“. Seru Iblis yang kemudian lenyap.
Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf. Kiyai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunnah. Kiyai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya.
Pemilik sejadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sambil bangun dari sujud, dia membuka sejadahya yang tertindih, lalu meletakkan sejadahnya di atas sejadah yang kecil.
Hingga sejadah yang kecil kembali berada di bawahnya.
Dia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sejadah yang lebih kecil, melakukan perkara yang serupa.
Dia juga membuka sejadahnya, karena sejadahnya ditindih oleh sejadah yang lebar.
Keadaan ini berjalan sampai akhir sholat. Bahkan, pada ketika sholat wajib juga, kejadian-kejadian seperti ini beberapa kali terihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, daripada menerima di bawah. Di atas sejadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya.
Siapa yang memiliki sejadah lebar, maka, ia akan meletakkan sejadahnya diatas sajadah yang kecil.
Sejadah sudah dijadikan Iblis sebagai perbedaan kelas. Pemilik sejadah lebar, diindentitikan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain.
Dan pemilik sejadah kecil, adalah kelas bawahan yang setiap saat akan selalu menjadi subordinate dari orang yang berkuasa. Di atas sejadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain.
“Astaghfirullahal adziiiim“, ujar sang Kiyai perlahan.
Wallahu’alam Bisshawab
“Masa sekarang...
Masa sekarang ditentukan oleh keputusan masa lalu. Masa depan ditentukan oleh keputusan sekarang.” artinya Buatlah suatu keputusan sekarang untuk mengubah masa depan kita. Orang sukses atau gagal itu ditentukan dari keputusan yang dibuatnya.
SALAM 2012
ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH...
SUDAH HAMPIR kita akan melangkah ke tahun 2012, sudah pastinya dengan azam yang kental dan harapan yang tinggi agar tahun baru ini membawa kesejahteraan, kebaikan dan kebahagiaan dalam hidup kita..Insyallah...mudah2an.
Namun yang pastinya, pelbagai cabaran dan rintangan akan kita hadapi sepanjang tahun ini...semua ini adalah ujian dari Allah SWT kepada kita Muslimin dan Muslimat sekalian.
Dengan peringatan bahawa "Segala yang baik datangnya dari Allah SWT dan yang buruk dari diri kita sendiri", maka jalani hidup dengan bertunjangkan ajaran Al-Quran dan sunnah Rasulullah SAW...Jadikan "Islam itu Addin" dalam hidup kita dalam dunia yang fana ini.
"Ingat Dunia, Ingat Akhirat"
Muslimin Muslimat yang dihormati,
Kesejahteraan, kebahagiaan dan kejayaan dalam hidup adalah impian setiap insan...Ini tidak mudah digapai namun juga tidak sukar diraih kiranya jelas halatuju dan tepat caranya.
PanduanNya jelas tersedia didalam al-Quran dan as-Sunnah. Amalkan membaca ayat-ayat Allah SWT ini, fahamilah maknaNya, hayati-lah semangatNya dan amalkan suruhanNya..Pasti kita berjaya mengembalikan kegemilangan Islam.
Muslimin dan Muslimat sekelian,
Kita baru menyambut Ma'al Hijrah yang mengingatkan kita betapa perlunya kita muhasabah diri dan mengubah diri kita agar menjadi Insan Mutaqqin yang mengamalkan ajaran Islam dan Sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupannya.
"Biar setiap detik yang dilalui lebih baik dari detik-detik sebelumnya...."
Sekian,
WABILLAHITAUFIQ WALHIDAYAH WASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
SUDAH HAMPIR kita akan melangkah ke tahun 2012, sudah pastinya dengan azam yang kental dan harapan yang tinggi agar tahun baru ini membawa kesejahteraan, kebaikan dan kebahagiaan dalam hidup kita..Insyallah...mudah2an.
Namun yang pastinya, pelbagai cabaran dan rintangan akan kita hadapi sepanjang tahun ini...semua ini adalah ujian dari Allah SWT kepada kita Muslimin dan Muslimat sekalian.
Dengan peringatan bahawa "Segala yang baik datangnya dari Allah SWT dan yang buruk dari diri kita sendiri", maka jalani hidup dengan bertunjangkan ajaran Al-Quran dan sunnah Rasulullah SAW...Jadikan "Islam itu Addin" dalam hidup kita dalam dunia yang fana ini.
"Ingat Dunia, Ingat Akhirat"
Muslimin Muslimat yang dihormati,
Kesejahteraan, kebahagiaan dan kejayaan dalam hidup adalah impian setiap insan...Ini tidak mudah digapai namun juga tidak sukar diraih kiranya jelas halatuju dan tepat caranya.
PanduanNya jelas tersedia didalam al-Quran dan as-Sunnah. Amalkan membaca ayat-ayat Allah SWT ini, fahamilah maknaNya, hayati-lah semangatNya dan amalkan suruhanNya..Pasti kita berjaya mengembalikan kegemilangan Islam.
Muslimin dan Muslimat sekelian,
Kita baru menyambut Ma'al Hijrah yang mengingatkan kita betapa perlunya kita muhasabah diri dan mengubah diri kita agar menjadi Insan Mutaqqin yang mengamalkan ajaran Islam dan Sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupannya.
"Biar setiap detik yang dilalui lebih baik dari detik-detik sebelumnya...."
Sekian,
WABILLAHITAUFIQ WALHIDAYAH WASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
Subscribe to:
Posts (Atom)